EXPERIENCE

Pada suatu ketika saya pernah iseng kalau lagi tidak ada kerjaan menjantur ayam yang dipegang bulu ekornya keatas dan kakinya masih menyentuh ubin licin, sehingga ayam tsb mengepakan sayapnya dan saya belum melepaskannya kalau belum ayam itu keletihan untuk beberapa kali. Kalau ayam itu sudah pulih saya berikan latihan dorong kedepan sambil mengganjal lehernya dengan tangan kekiri dan kekanan beberapa kali. Setelah itu saya latih lompat tinggi beberapa puluh kali. Seharusnya latihan tsb harus dibarengi abar (sparing). Berhubung ayam saya pada waktu itu cuma punya satu ekor ayam, ya terpaksa tidak bisa di abar. Iseng saya bawa ketempat teman, barangkali saja ada teman mau sparing. Kebetulan ada yang bawa ayam sama besar dengan ayam saya, bahasa gaulnya “ngetrek banget dah”.  Orang yang membawa ayam tsb mau sparingan tapi harus taruhan. Jelas saya tidak berani karena sama sekali belum pernah saya abar. Teman yang punya tempat langsung saja bilang, ” biar pak saya yang taruhan”. “Jangan ayam ini belum pernah di abar” Tetapi teman saya yang sipatnya agak panasan sama sekali tak gentar dengan ajakan lawan. Jadilah pertarungan digelar. Pada ronde pertam keadan ayam masih seimbang. Setelah diairi ayam di cul ronde ke-2, tetapi diluar perkiraan saya tiba- tiba musuhnya kaget terkena pukulan yang kelihatannya tidak keras. Dalam hitungn detik musuhnya kabur melarikan diri lompat dari ring. Yah saya belum pernah sparingan, tetapi saya tau benar keturunan ayam saya. Pacekan wiringgalih win 3x dan indukan hitam yang keduanya F1.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s